WELCOME TO MY OFFICIAL BLOG

Rabu, 27 Juli 2011

Gaya Busana Bung Karno

presiden soekarno 091
Bagi sebagian kita berbusana mungkin lebih ditujukan kepada memenuhi etika kesopana. Tolok ukur kita adalah sopankah busana yang saya pakai ? Namun hal ini tidak berlaku bagi Putera Sang Fajar. Dimata Bung Karno busana bukan hanya tuntutan sebuah kesopanan tetapi lebih jauh dari itu dalam busana dan cara menggunakannya banyak mengandung nilai seni.
Dalam berbusana Bung Karno sangat teliti, baik warna, model sampai pada bahan yang akan digunakan. Dan dalam kerapian serta keserasian berbusana perhatian Bung Karno bukan hanya pada busana yang ia gunakan, tetapi juga orang-orang disekelilingnya.
Kalau ada wartawan atau kawan berpakaian kurang rapi, misalnya memakai dasi miring, Bung Karno langsung membetulkan. Hal yang sama ia lakukan terhadap duta besar yang cukup akrab dengan Bung Karno. Pria yang senang memakai peci ini kalau berpakaian sangat rapi dan teratur. Ia juga mempunyai tukang jahit langganan. Namanya The, seorang Tionghoa warga negara Indonesia. The ini mempunyai usaha jahit bernama Smart di Jalan Sawah Besar.
Untuk pakaian sehari-hari, Bung Karno juga sangat sederhana. Kalau robek, Bung Karno biasanya meminta untuk dijahit kembali. Setelah itu, ia pakai lagi. Apalagi, kalau pakaian tersebut termasuk favorit Bung Karno. Meski dijahit di sana-sini, pakaian ini tetap dipakai. Demikian pula alas kaki. Bung Karno lebih suka mengenakan sandal lama, bahkan yang hampir rusak.
Kursi rotan yang paling digemari Bung Karno juga kursi rotan yang sudah lama dipakai. Menurut pria yang lahir pada 6 Juni 1901 ini, kursi rotan lama akan mengikuti bentuk tubuh pemakainya. Jadi, lebih enak diduduki. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bung Karno seorang kutu buku. Tak mengherankan, waktu luang yang ada ia gunakan untuk membaca. Bila Bung Karno sedang duduk sendirian di kursi, di atas meja dekat kursi itu harus ada tumpukan koran atau buku bacaan. Pada 1950-an, sewaktu baru pindah ke Yogyakarta, anggota DKP bertugas mengambil koran pagi-pagi sekali supaya tidak terlambat dibaca Bung Karno. Di kemudian hari pengiriman koran-koran cukup baik sehingga anggota DKP cukup memeriksa jumlah koran supaya tidak kurang. Kalau kurang, Bung Karno pasti menanyakan. Juga buletin dari kantor berita. Seperti Antara. Koran yang dibaca Bung Karno, antara lain, Merdeka, Suluh Indonesia, Duta Masyarakat, Pedoman, Indonesia Raya, Sinpo. Pagi-pagi sekali, surat kabar tersebut harus sudah ada di atas meja Bung Karno. Orator ulung ini juga membacaKompas  dan Sinar Harapan. Bila Bung Karno sedang pergi ke kamar kecil dan waktu sebelum ke kamar kecil sedang membaca surat kabar atau buku, bacaan ini dibawa juga ke kamar kecil tersebut. Terkadang, Bung Karno tinggal di Bandung. Biasanya, Bung Karno menginap di Gubernuran Bandung. Suatu pagi, ketika habis sarapan, Bung Karno bercerita dan bertanya. ’’Mengapa istri para polisi selalu cantik-cantik?’’ tanya Bung Karno tiba-tiba. Semua yang mendengarkan tidak ada yang menjawab. Termasuk Mangil. Sejurus kemudian, Bung Karno bercerita. ’’Sebabnya, polisi itu sering keluyuran keluar masuk kampung dan desa. Dia bisa melihat wanita-wanita cantik dan bisa memilih yang paling cantik. Lalu dia lamar,’’ kata Bung Karno. Ia juga bertanya, ’’Mengapa polisi dibenci anjing?’’ Lagi-lagi, tak ada yang bisa menjawab. Bung Karno kemudian bercerita. Yang dibenci anjing sebetulnya bukan polisi Indonesia, tetapi polisi di zaman Belanda. Dulu, di zaman penjajahan, kalau polisi melihat anjing berkeliaran di jalan-jalan, dan anjing ini tidak diberangus mulutnya, polisi ini akan menembak anjing tersebut. Ekor anjing ini kemudian dipotong sebagai bukti. Untuk setiap ekor anjing yang ditangkap, ada uang preminya. Semakin banyak  membawa ekor anjing, semakin besar uang premi yang akan diterima. ’’Maka dari itu, di zaman Belanda, kalau ada anjing melihat polisi, ia akan menggonggong keraskeras. Maksudnya, memberi tahu rekan-rekannya kalau ada bahaya,’’ cerita Bung Karno. Hadirin pun tersenyum.

dikutip dari : http://penasoekarno.wordpress.com/2009/11/11/gaya-busana-bung-karno/

Selasa, 26 Juli 2011

SOEKARNO TERMASUK DALAM 100 TOKOH DI DUNIA.

Bung Karno adalah pemimpin terkemuka gerakan nasionalis Indonesia. Dikenal sebagai orator ulung, sejak muda ia memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikannya pada 1927. Ketika Indonesia merdeka, Insinyur lulusan ITB ini terpilih menjadi presiden pertama (1945-1968).   Sukarno lahir di blitar pada 6 juni 1901, anak dari seseorang guru sekolah rakyat, Raden Soekami dan wanita bali berdarah bangsawan , Idayu Rai. Sebagai anak priyayi yang memang panda, Sukarno bisa mengecap pendidikan tinggi dan lulus dari sekolah Teknik Tinggi di Bandung (ITB) “1925”.   Dia berjuang merebut kemerdekaan berlanjut dengan di bentuknya Partai Nasional Indonesia “PNI” pada 1927. Sukarno menerapkan sikap nonkooperasi dengan Belanda yang membuatnya beberapa kali masuk tahanan. Pada tahun 1929 dia ditahan oleh Belanda di penjara Sukamiskin, Bandung karena aktivitas politiknya, lalu dia di bebaskan dua tahun kemudian. Dan dia ditahan lagi pada 1933, diasingkan ke ended an kemudia ke Bengkulu, sampai dia di bebaskan oleh Jepang 1942.   Pada 17 Agustus 1945, tak lama Jepang takluk kepada sekutu, atas desakan para aktivis pemuda yang sempat menculiknya ke Rengas Dengklok, Sukarno-Hatta memperoklamasikan kemerdekaan Indonesia, dan sehari kemudia Sukarno-hatta diangkat menjadi presiden dan wakil presiden RI yang pertama Bangsa Indoensia.   Untuk mengimbangi kekuatan Barat, dia berperan sebagai pemimpin-pemimpin Negara baru melawan kekuatan kolonial dan neocolonial. Dia berhasil memaksa menyerahkan Irian Barat yang pada itu tahun 1963 disebut Irian Jaya dan sampai kini menjadi Papua.   Situasi politik memuncak dengan perebutan kekuasaan yang gagal pada 30 September 1965. Kejadian ini berlanjut dengan pembunuhan berantai dan besar-besaran, pembubaran partai Komunis, dan buntutnya Sukarno tersingkir. Pemimpin Militer Mayjen Soeharto memimta Sukarno untuk menyerahkan kekuasaan efektifnya melalui Supersemar pada maret 1966. Soeharto kemudia menjadi presiden menggantikan Sukarno. Dan sampai Meninggalnya Sukarno Di Jakarta 21 Juni 1970, dia masih berada dalam Status Tahanan Rumah.   Dari rangkuman diatas ini sudah membuktikan bahwa Bapak Presiden Sukarno adalah Presiden Pertama RI sekaligus masuk dalam 100 tokoh Orang berpengaruh di dunia.

salah satu kebanggaan INDONESIA di ERA SOEKARNO.
Jakarta - Indonesia pernah mencapai kemajuan dalam hal teknologi roket. Bahkan era tahun 1960-an, Indonesia menjadi negara kedua di Asia dan Afrika yang berhasil meluncurkan roket buatan sendiri yang bernama Kartika 1.

Meski saat ini jika berbicara mengenai teknologi pengembangan rudal dan roket, Indonesia terkesan jauh tertinggal, namun Indonesia pernah menjadi negara yang sukses mengembangkan roket. Pengembangan teknologi roket di Indonesia mulai maju di awal tahun 1960-an dengan dibantu oleh Uni Soviet.

Hingga pada tanggal 14 Agustus 1964, Indonesia akhirnya berhasil meluncurkan roket buatannya sendiri yang bernama Kartika 1 dengan berat 220 Kg dari stasiun peluncuran roket Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Peluncuran ini membuat Indonesia menjadi negara kedua di Asia dan Afrika yang mampu mengembangkan teknologi pembuatan rudal dan roket setelah Jepang.

Setelah itu juga perkembangan roket dan rudal semakin semarak di Indonesia, bahkan Indonesia kembali meluncurkan roket Kartika dua dengan berat 66,5 Kg dan berjarak tempuh 50 Km. Kemudian Indonesia juga membeli berbagai rudal Surfance to Air Missile (SAM) dari Uni Soviet.

Namun sayang, setelah orde lama jatuh, teknologi rudal dan roket kurang berkembang di era orde baru, dan membuat Indonesia semakin jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain bukan hanya di Asia namun di dunia.

Baru kemudian pada tahun 1987, Indonesia melalui LAPAN kembali membuat roket yang diberi nama RX-250 LPN. Roket ini merupakan roket berbahan bakar cair dan padat dengan berat 300 kg memiliki panjang 5,30 meter berdaya jangkau 70 km.

dikutip dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9855805